Expiration of the Deadline in Civil Transactions: Comparing Omani and Egyptian Civil Codes in the Light of Islamic Law

Iyad Mohammad Jadalhaq

Abstract


This research deals with the case in which the creditor claims the loan after the expiration date. It seeks to compare between the Civil Transactions Code of Oman and the Egyptian Civil Code. The paper argues that the Civil Transactions Code of Oman is influenced by the Islamic legal thought; while the Egyptian is influenced more by the Latin legal thought. The Islamic influnce in Oman can be seen at the provision that allows the legal process after the expiration date. The creditor may bring his case to the court to sue the debtor. While the Latin influnce in Egypt can be found on the rule that does not allow the legal process after the expiration date. The creditor loses his right when he does not claim the debt during the agreed period.
[Penelitian ini berkaitan dengan masa kedaluwarsa bagi kreditor untuk mengklaim kredit dari debitur. Hukum Perdata Oman yang dipengaruhi oleh hukum fikih menetapkan bahwa dalam kasus ini, gugatan tidak dapat diterima dan debitur diizinkan untuk menolak gugatan terhadap dirinya oleh kreditur ketika gugatan tersebut diajukan setelah berakhirnya jangka waktu klaim. Sementara itu, Hukum Perdata Mesir yang dipengaruhi pemikiran hukum Latin, mengambil prinsip pembatasan dan pengguguran kewajiban jika kreditur tidak menagih pinjamannya dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan data tersebut, jelas bahwa dua undang-undang ini berbeda dalam mengatur waktu kedaluwarsanya suatu kasus hukum. Hukum yang pertama memberikan hak kepada debitur untuk menuntut bahwa pengadilan tidak perlu menerima gugatan kasus ini karena telah kedaluwarsa. Sementara itu, hukum kedua memungkinkan debitur untuk mematuhi jatuhnya hak klaim karena berakhirnya waktu dan ini bertentangan dengan prinsip hukum Islam, yang mengatur tidak adanya hak yang gugur tanpa peduli berapa lama waktunya, tetapi hanya membatasi kasus ini pada tidak perlunya menerima gugatan hak yang pemilik klaim dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem yang berasal dari hukum Islam lebih baik dari sistem yang berasal dari yurisprudensi Latin dan bahwa legislator pemerintah Oman tidak mengambil semua aturan dari para ahli hukum Islam.]

Keywords


expiration of deadline; debtor-creditor relations; Omani civil code; Egyptian civil code

Full Text:

PDF (Arabic)

References


ʻAbd al-Salām, Saʻīd Saʻad, al-Wajīz fī Aḥkām al-Iltizām wa’l-Ithbāt, Cairo: Dār al-Nahḍah, 2000.

Bāz, Salīm Rustam, Kitāb Sharḥ al-Majallah, 3rd edition, Beirut: Dār al-Kutub al-ʻIlmiyah, 1305H.

Bik, Aḥmad Nashʼat, Risālat al-Ithbāt, Cairo: Maṭbaʻat al-Iʻtimād, 1950.

Al-Dawālībī, Muḥammad Maʻrūf, al-Wajīz fī’l-Ḥuqūq al-Rūmānīyah wa-Tārīkhihā, 3rd edition, Damascus: Maṭabaʻah Jāmiʻah Dimashq, 1959.

Ebke, Werner F. and Mathew W. Finkin, Introduction to German Law, The Hague: Kluwer Law International, 1996.

Al-Ghāmidī, Nāṣir ibn Muḥammad ibn Mashrī, al-Ikhtiṣāṣ al-Qaḍāʼī fī’l-Fiqh al-Islāmī maʻa Bayān al-Taṭbīq al-Jārī fī’l-Mamlakah al-ʻArabīyah al-Saʻūdīyah, Riyadh: Maktabat al-Rushd, 2000.

Hartkamp, Arthur S. and Marianne MM. Tillema, Contract Law in the Netherlands, The Hague: Kluwer Law International, 1995.

Ḥasan, ʻAlī Aḥmad, al-Taqādim fī’l-Mawād al-Madanīyah wa’l-Tijārīyah, Alexandria: Munshaʻat al-Maʻārif.

Mālik ibn Anas, al-Mudawwanah al-Kubrā, vol. 4, Beirut: Dār al-Kutub al-ʻIlmīyah, 1994.

Marqus, Sulaymān, Uṣūl al-Ithbāt wa-Ijrāʼātuh fī’l-Mawād al-Madaniyyah fī’l-Qānūn al-Miṣrī: Muqāranan bi-Taqnīnāt Sāʼir al-Buldān al-ʻArabiyyah, Cairo: ʻĀlam al-Kutub, 1981.

Munjī, Muḥammad, al-Ḥiyāzah: Dirāsah Taʼṣīlīyah li’l-Ḥiyāzah mina’l-Nāḥiyatayn al-Madanīyah wa’l-Jināʼīyah, 2nd edition, Alexandria: Manshaʼat al-Maʻārif, 1985.

Muṣṭafā, ʻUmar Mamdūḥ, al-Qānūn al-Rūmanī, Cairo: Dār al-Maʻārif, 1965.

Rushd, Aḥmad ibn, Bidāyat al-Mujtahid wa-Nihāyat al-Muqtaṣid, Cairo: Maktabat al-Imān al-Manṣūrah, 1997.

Sabiq, Sayyid, Fiqh al-Sunnah, 12th ed., Cairo: al-Fath li’l-Iʻlām Al-ʻArabi, 1980.

Al-Sanhūrī, ʻAbd al-Razzāq, al-Wasīṭ fī Sharḥ al-Qānūn al-Madanī, Cairo: Dār al-Nahḍah al-ʻArabīyah, 1984.

Al-Sanhūrī, ʻAbd al-Razzāq, al-Wasīṭ fī Sharḥ al-Qānūn al-Madanī al-Jadīd, Cairo: Dār al-Nashr li’l-Jāmiʻāt al-Miṣrīyah, 1956.

Al-Sanhūrī, ʻAbd al-Razzāq, Maṣādir al-Ḥaqq fī’l-Fiqh al-Islāmī: Dirāsah Muqāranah bi’l-Fiqh al-Gharbī, Beirut: al-Majmaʻ al-ʻIlmī al-ʻArabi al-Islāmī, 1956.

Al-Ṣāwī, Aḥmad ibn Muḥammad, Bulghat al-Sālik li-Aqrab al-Masālik ilā Madhhab al-Imām Mālik, Cairo: Muṣṭafā al-Bābī al-Ḥalabī, 1952.

Shādhilī, Ḥasan ʻAlī, al-Madkhal lil-Fiqh al-Islāmī: Tārīkh al-Tashrīʻ al-Islāmī, 2nd edition, 1980.

Al-Shawāribī, ʻAbd al-Ḥamīd and Usāma ʻUthmān, Aḥkām al-Taqādum fī Ḍauʻ al-Qaḍāʼ wa’l-Fiqh, Alexandria: Manshāʼat al-Maʻārif, 1996.

Shiḥātah, Shafīq, al-Ittijāhāt al-Tashrīʻīyah fī Qawānīn al-Bilād al-ʻArabīyah, Cairo: Jāmiʻat al-Duwal al-ʻArabīyah, Maʻhad al-Dirāsāt al-ʻArabīyah, 1960.

Ṭālib, Ṣūfī Ḥasan Abū, Bayna al-Sharīʻah al-Islāmīyah wa’l-Qānūn al-Rūmānī, Cairo: Maktabat al-Nahḍah, 1963.

Terré, François, Yves Lequette, and Philippe Simler, Droit Civil: Les Obligations, Paris: Dalloz, 2013.

Al-Tirmānīnī, ʻAbd al-Salām, Muḥāḍarāt fī’l-Qānūn al-Rūmānī, Syria: Jāmiʻat Ḥalab, 1965.

Yakan, Zuhdī, al-Qānūn al-Rumānī wa’l-Sharīʻah al-Islāmīyah, Beirut: Dār Yakan li’l-Nashr, 1975.




DOI: http://dx.doi.org/10.14421/ajis.2015.532.469-503

Refbacks





Copyright (c) 2015 Iyad Mohammad Jadalhaq