The Cohesiveness of Muslim Pangestu Members in Salatiga, Central Java

S. Suciati

Abstract


The drying of spirituality and weakening of cohesiveness in the midst of materialistic hedonistic modern world become major challenge for the adherents of official religions in Indonesia. The practice of religions is considered too much focusing on ritual aspects. Therefore, those teachings cannot give the real meaningfulness of religious life. Consequently, some adherents of official religions begin to see other spiritual/mysticism sects. This study describes the social cohesiveness among muslims who become members of Pangestu, a spiritual-mysticism sect widely spreading among Javanese society in Indonesia. This research shows that the Pangestu in Salatiga, Central Java, can fulfill social, economic, and spiritual needs of its members. Among the underlying factors that make Pangestu succeed to meet its members’ needs and expectations are the capability of the members to intensely communicate with each other through meetings and bawaraos (Jv, informal gathering), the great concern between members, good-example of leadership, the defense of Pangestu’s good name, and the satisfaction in experiencing meaningfulness of religious practices.

[Kekeringan spiritual dan lemahnya kebersamaan di tengah dunia modern yang serba hedonistik menjadi tantangan utama bagi para pemeluk agama di Indonesia. Praktik-praktik keagamaan terlalu banyak terfokus pada aspek ritual, sehingga ajaran agama tidak mampu menghadirkan praktek-praktek keagamaan yang benar-benar bermakna. Hal ini mendorong sebagian pemeluk agama untuk melirik aliran kepercayaan dan kebatinan. Artikel ini mendeskripsikan keguyuban sosial di antara orang-orang Islam yang menjadi anggota Pangestu, sebuah aliran kepercayaan di Indonesia yang banyak menyebar terutama di kalangan masyarakat Jawa. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pangestu di Salatiga, Jawa Tegah, mampu memenuhi kebutuhan sosial, ekonomi, dan spiritual para anggotanya. Di antara faktor yang menentukan keberhasilan Pangestu dalam memenuhi harapan para anggotanya adalah adanya komunikasi intensif antar anggota melalui pertemuan dan bawaraos (Jv, kumpul-kumpul), perhatian yang besar terhadap anggota lainnya, teladan kepemimpinan yang bagus, pembelaan terhadap nama baik paguyuban Pangestu, dan kepuasan dalam menyelami kebermaknaan praktik-praktik keagamaan.]


Full Text:

PDF

References


“Budaya Spiritual: Memposisikan Budaya sebagai Kebudayaan, Kultural dalam Pembangunan”, Suara Merdeka, 11 Jan 2010.

Christie, Daniel J., The Encyclopedia of Peace Psychology, Oxford: Wiley-Blackwell, 2012.

Dahnke, Gordon L. and Glen W. Clatterbuck, Human Communication: Theory and Research, USA: Wadsworth Publishing Company, 1990.

Damami, Mohammad, Makna Agama dalam Masyarakat Jawa, Yogyakarta: LESFI, 2002.

Dowling, Elizabeth M. and W. George. Scarlett, Encyclopedia of Religious and Spiritual Development, London: SAGE Publications, 2006.

Effendi, Djohan, “Pengantar”, in Huston Smith, Agama-agama Manusia, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2001.

Eliade, Mircea, The Encyclopaedia of Religion, New York: Macmillan, 1993.

Endraswara, Suwardi, Kebatinan Jawa dan Jagad Mistik Kejawen, Yogyakarta: Lembu Jawa, 2011.

Ensiklopedi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Jakarta: Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, 2006.

Eysenck, H.J., Wilhelm Arnold, and Richard Meili, Encyclopedia of Psychology, vol. I, New York: Herder and Herder, 1972.

Feldman, Robert S., Social Psychology: Theories, Research, and Applications, USA: Mc Graw-Hill, 1985.

Greenberg, Jerald and Robert A. Baron, Behavior in Organizations: Understanding & Managing the Human Side of Work, New Jersey: Pearson Education Inc., 1995.

Littlejohn, Stephen W., Theories of Human Communication, USA: Woodsworth Publishing Company, 1999.

Muhammad, Hasyim, Dialog antara Tasawuf dan Psikologi: Telaah atas Pemikiran Psikologi Humanistik Abraham Maslow, ed. by M. Adib Abdushomad, Yogyakarta: LKiS, 1992.

Praktiknya, Ahmad Watik, Islam dan Dakwah Pergumulan Antara Nilai dan Realitas, Yogyakarta: PP Muhammadiyah Majelis Tabligh, 1988.

Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remadja Rosdakarya, 1988.

Reading, Hugo F., A Dictionary of the Social Sciences, London: Routledge and Kegan Paul, 1977.

Santosa, Slamet, Dinamika Kelompok, Jakarta: Bumi Aksara, 1992.

Sarwono, Sarlito Wirawan, Psikologi Sosial: Individu dan Teori-teori Psikologi Sosial, Balai Pustaka, 1997.

Sills, David L., International Encyclopedia of the Social Sciences, vol. I, New York: Macmillan Company, 1972.

Soehadha, Moh., Orang Jawa Memaknai Agama, Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2008.

Subagya, Rahmat, Kepercayaan, Kebatinan, Kerohaniahan dan Agama, 2nd edition, Yogyaarta: Yayasan Kanisius, 1990.

Tiga Puluh Tiga Tahun Pangestu di Salatiga, 1996.

VandenBos, Gary R., APA Dictionary of Psychology, Washington, DC: American Psychological Association, 2007.

Webster, Noah and Jean L. McKechnie, Webster’s Deluxe Unabridged Dictionary, Ohio: Dorset & Baber, 1972.




DOI: http://dx.doi.org/10.14421/ajis.2014.521.85-99

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2014 S. Suciati