The Fiqh Paradigm for the Pancasila State: Abdurrahman Wahid’s Thoughts on Islam and the Republic of Indonesia

Saefur Rochmat

Abstract


The Republic of Indonesia was not established as a purely secular state as muslims constitute the majority of Indonesians. Indeed, they were divided into three main paradigms: secular, theocratic, and fiqh. The Pancasila state was the result of a gentlemen’s agreement amongst different muslim groups with different paradigms. The regimes of Soekarno and Soeharto considered that the Pancasila state was unique to the Indonesian character and accordingly these leaders tried to unify these different paradigms following Prof Soepomo’s idea of an integralistic state in which the state gives more power to the executive. This idea of an integralistic state is, however, alien to the secular, theocratic, and fiqh paradigms so that this failed to resolve the conflict. In this regard, Abdurrahman Wahid tries to resolve the ideological conflict by incorporating modern sciences into the fiqh paradigm. This fiqh paradigm has supported the establishment of the Republic of Indonesia, but also, according to Wahid, is able to harmonize secular and Islamic aspirations in the national political system.

[Republik Indonesia tidak didirikan berdasarkan konsep murni sebuah negara sekuler karena muslim merupakan mayoritas rakyat Indonesia. Muslim Indonesia terbagi dalam tiga paradigma utama: sekular, teokratik, dan fikih. Bentuk negara Pancasila merupakan hasil kesepakatan ketiga kelompok paradigma tersebut. Regime Soekarno dan Soeharto memahami Negara Pancasila sebagai budaya asli bangsa Indonesia dan mereka berusaha menyatukan pendukung ketiga paradigma itu berdasarkan konsep negara integralistic yang diperkenalkan oleh Prof. Soepomo. Namun konsep negara integralistik ini tidak dikenal dalam ketiga paradigm itu, sehingga gagal menyelesaikan konflik. Dalam hal ini Abdurrahman Wahid berusaha menyelesaikan konflik ideologis dengan cara mengadaptasi pengetahuan modern ke dalam paradigma fikih. Paradigma fikih tidak hanya mendukung berdirinya Republik Indonesia, tetapi juga mampu mengharmoniskan aspirasi sekular dan religius dalam sistem politik nasional.]


Keywords


fiqh and the state; Indonesian muslim; Pancasila; muslim state

Full Text:

PDF

References


Arif, Syaiful, Gus Dur dan Ilmu Sosial Transformatif: Sebuah Biografi Intelektual, Jakarta: Koekoesan, 2009.

Arland, “Faham Ahlussunnah Wal Jama’ah yang dianut NU”, KMNU UPI, 9 Apr 2014, http://kmnuupi.org/faham-ahlussunnah-wal-jamaah-yang-dianut-nu/, accessed 12 Mar 2014.

Burhanuddin, Jajat, Ulama dan Kekuasaan: Pergumulan Elite Politik Muslim dalam Sejarah Indonesia, ed. by Testriono, Olman Dahuri, and Irsyad Rhafsadi, Jakarta: Mizan, 2012.

Einar M. Sitompul, Nahdlatul Ulama dan Pancasila: Sejarah dan Peranan NU dalam Perjuangan Umat Islam di Indonesia dalam Rangka Penerimaan Pancasila Sebagai Satu-satunya Asas, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1989.

Geertz, Clifford, The Interpretation of Cultures, New York: Basic Books, 1977.

Ma’arif, Syafii, Islam dan Politik di Indonesia: pada Masa Demokrasi Terpimpin, Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press, 1988.

Madjid, Nurcholis, “Aktualisasi Ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah”, in Islam Indonesia Menatap Masa Depan, ed. by Muntaha Azhari and Abdul Mun’im Saleh, Jakarta: P3M, 1989.

Mujiburrahman, “Islam and Politics in Indonesia: The Political Thought of Abdurrahman Wahid”, Islam and Christian–Muslim Relations, vol. 10, no. 3, 1999, pp. 339–52 [http://dx.doi.org/10.1080/09596419908721191].

Mulkhan, Abdul Munir and Muhammad Fahmi, “Islam Ideologi dan Islam Budaya”, in Islam Transendental: Menelusuri Jejak-Jejak Pemikiran Islam Kuntowijoyo, Yogyaarta: Pilar Religia, 2005.

Nadjib, Mohammad, “Menguak Pasang Surut Peran Politik NU”, in Membangun Budaya Kerakyatan: Kepemimpinan Gus Dur dan Gerakan Sosial NU, ed. by Zainal Arifin Toha and M. Aman Mustofa, Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1997.

Nasr, Seyyed Hossein, Islam: Antara Cita dan Fakta, trans. by Abdurahman Wahid and Hasyim Wahid, Yogyakarta: Pustaka, 2001.

Oldmeadow, Harry, Frithjof Schuon and the Perennial Philosophy, Bloomington: World Wisdom, 2010.

Rahman, Sinta Nuriyah and A. Mustofa Bisri, Beyond The Symbols: Jejak Antropologis Pemikiran dan Gerakan Gusdur, Bandung: Remaja Rosdakarya dan INCRëS, 2000.

Robert, Robertus, “Emansipasi, Tradisi dan Kontinjensi: Politik Radikal dalam Skeptisisme Neo-Liberal”, Mandatory, vol. 1, no. 1, pp. 13–29.

Rochmat, Saefur, Sejarah Islam Indonesia: Kontinyuitas Tradisi dan Modernisasi, Yogyakarta: BPFSS, 2004.

Suminto, Husnul Aqib, Politik Islam Hindia Belanda, Jakarta: LP3ES, 1985.

Tibi, Bassam, “Bridging the Heterogeneity of Civilisations: Reviving the Grammar of Islamic Humanism”, Theoria: A Journal of Social and Political Theory, vol. 56, no. 120, 2009, pp. 65–80 [http://dx.doi.org/10.3 167/th.2009.56 120].

Vertigans, Stephen, “Militant Islam and Weber’s Social Closure: Interrelated Secular and Religious Code of Exclusion”, Contemporary Islam, vol. 1, no. 3, 2007, pp. 303–21 [http://dx.doi.org/10.1007/s11562-007-0027-6].

Wahid, Abdurrahman, Gus Dur Menjawab Kegelisahan Rakyat, ed. by Bagus Darmawan, Jakarta: Harian Kompas, 1997.

----, Kiai Nyentrik Membela Pemerintah, Yogyakarta: LKiS, 1997.

----, Mengurai Hubungan Agama Dan Negara, ed. by Kacung Marijan and Ma’mun Murod Al-Brebesy, Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 1999.

----, Islam, Negara, dan Demokrasi: Himpunan Percikan Perenungan Gus Dur (Gugus Gagas Politik), 1st edition, ed. by Imam Anshori Saleh, Jakarta: Erlangga, 1999.

-----, “Pribumisasi Islam”, in Islam Indonesia Menatap Masa Depan, ed. by Muntaha Azhari and Abdul Mun’im Saleh, Jakarta, P3M, 1989.

----, Menggerakkan Tradisi: Esai-Esai Pesantren, Yogyakarta: LKiS, 2001.

----, Islamku, Islam Anda, dan Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, Jakarta: The Wahid Institute, 2006.

----, Islam Kosmopolitan: Nilai-Nilai Indonesia dan Transformasi Kebudayaan, Jakarta: Wahid Institute, 2007.

----, Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia, Jakarta: The Wahid Institute, 2009.

----, Prisma Pemikiran Gus Dur, Yogyakarta: LKiS, 2010.




DOI: http://dx.doi.org/10.14421/ajis.2014.522.309-329

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2014 Saefur Rochmat